1 1.Manfaat
tawakkal
Setelah
di jelaskan kedudukan tawakkal, penulis merasa senang untuk menunjukan sebagian
buah yang agung yang bisa di petik oleh orang yang bertawakal setelah berhasil
mewujudkan maqam kedudukan yang sangat tinggi dan mulia ini. Hal terpenting di
antaranya adalah:
1. Mewujudkan
iman, karena dengan bertawakkal iman seseorang akan semakin bertambah.
2. Ketenangan
jiwa dan rehat hati
3. Kecukupan
dari Allah segala kebutuhan orang yang bertawakkal.
4. Sebab
terkuat dalam mendatangkan berbagai manfaat dan menolak berbagai mudharat.
5. Mewariskan
cinta Allah kepada sang hamba.
6. Mewariskan
kekuatan hati, keteguhan dan keberanian.
7. Mewariskan
ketabahan, kesabaran, kemenangan dan kekokohan.
8. Mewariskan
rezeki, dan rasa ridha.
9. Sebab
Masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.
2 Macam-macam tawakkal
Tawakkal merupakan berserah diri sepenuhnya
kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti
akibat dari suatu keadaan. Dan di dalam tawakkal terdapat dua macam-macam tawakkal di antaranya adalah
sebagai berikut:
1. Tawakal
kepada Allah SWT
Tawakkal
ini merupakan utama dan paling utama yang harus ada pada diri seseorang, karena
orang yang bertawakkal tidak boleh bertawakkal kepada selain Allah SWT. Macam-macam tawakkal kepada Allah, di
antaranya yaitu:
a. Tawakkal
kepada Allah dalam istiqomah dirinya dengan petunjuknya, pemurnian tauhid.
b. Tawakkal
kepada Allah dalam menegakkan agama Allah di muka bumi, menanggulangi
kehancuran, melawan Bid’ah, berijtihad melawan orang kafir, amar ma’ruf nahi
munkar.
c. Tawakkal
kepada Allah dalam rangka seorang hamba ingin mendapatkan berbagai hajat dan
bagian duniawi atau dalam rangka menghindari berbagai hal yang tidak di
harapkan dari berbagai musibah duniawi.
2. Tawakkal
kepada selain Allah SWT
Tawakal ini yang harus di hindarkan pada
diri seseorang, karena apa, karena tawakkal ini yang membuat orang menjadi
syrik dan musyrik kepada Allah SWT. Bagian ini terbagi menjadi dua macam yaitu:
a. Tawakal
bernuansa syirik, ini juga di bagi menjadi dua, yaitu:
Pertama,
tawakkal kepada selain Allah SWT dalam hal yang
tidak mampu mensikapinya selain Allah azza wa jalla, seperti orang-orang yang
bertwakal kepada orang-orang yang telah mati dan para thaghut dalam rangka
menyampaikan harapan tuntutannya, berupa pemeliharaan, penjagaan, rezeki dan
syafaat.
Kedua,
tawakkal kepada selain Allah berkenaan dengan perkara-perkara yang di mampui
sebagaimana yang ia kira oleh orang yang bertawakkal tersebut. Ini adalah
syirik kecil.
b.
Perwakilan yang di perbolehkan, yaitu ketika seseorang yang mewakilkan suatu
pekerjaan yang di mampui kepada orang lain. Dengan demikian orang yang
mewakilkan itu mencapai sebagian apa yang menjadi tuntutannya.
3 contoh berperilaku tawakkal atau ciri-ciri
orang yang bertawakkal
Orang
yang bertawakkal akan berperilaku dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Selalu
bersyukur apabila mendapat nikmat dan bersabar jika belum atau tidak tercapai
apa yang diiginkannya.
2. Tidak
pernah berkeluh kesah dan gelisah.
3. Tidak
meninggalkanusaha dan ikhtiar dalam mencapai sesuatu.
4. Menyerahakan
semua keputusan kepada Allah SWT setelah melakukan usaha dan ikhtiar secara sempurna.
5. Menerima
segala ketentuan Allah dengan ridha terhadap diri dan keadaannya.
6. Berusaha
memperoleh sesuatu yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain.
Dan
sebagai tanda kita tawakkal kepada Allah, kita yakin bahwa segala sesuatu yang
datang pada diri kita adalah yang terbaik bagi kita. Tiada keraguan sedikitpun
di dalam hati, apabila mempunyai perasaan untuk menghindarinya, segala sesuatu
yang menimpa kita. meskipun hal itu terasa pahit bagi kita, kalau hal itu
datang dari-Nya. Tentulah hal itu yang terbaik bagi kita. Inilah bentuk
tawakkal sesungguhnya.
Sumber:
Supriyanto,
Tawakal Bukan Pasrah (Jakarta : QultumMedia, 2010), hlm. 98-99

Tidak ada komentar:
Posting Komentar